Film Pendek Banyumasan

Film Pendek Banyumasan sebuah karya dari daerah “Ngapak”

Berikut ini adalah beberapa karya Film Pendek berbahasa Banyumasan yang menurut saya adalah Terbaik yang ditemukan di situs video sharing Youtube.

Banyumasan sendiri berarti menggunakan bahasa Banyumasan atau biasa dikenal dengan bahasa ”Ngapak” , yang menarik adalah dalam setiap film pendek ini selalu ada pesan moral yang disampaikan kepada para pemirsanya.

Nah daripada Penasaran, inilah Film-film Pendek Banyumasan tersebut ;

Ratman Cah Ndesa

Film pendek ini dibuat oleh siswa dari SMA N 1 Sokaraja sekira tahun 2012.

Bercerita tentang seorang siswa bernama Ratman yang diberi Uang oleh Orang Tua-nya untuk keperluan biaya bulanan Sekolah namun uang itu malah digunakan untuk mentraktir Sang Pujaan Hati di sekolahnya yang bernama Tuyem.

dikisahkan apapun keinginan Tumiyem saat itu dituruti Ratman mulai dari makan bakso bareng, dibelikan baju dll sampai semua uang Ratman tadi habis hanya demi Tuyem.

Ketika sudah dekat dengan Hari -H pembayaran sekolah mulailah Ratman bingung, darimana mendapatkan uang agar bisa membayar biaya sekolah dimana sebenarnya uang tersebut sudah diberi oleh Orang Tua-nya. Jalan Pintas-pun dipilih ”Mengamen” dari Rumah ke rumah juga di terminal dan di bus umum dilakoninya, sampai disuatu tempat di pinggiran jalan raya Dia bertemu dengan Bapaknya.

Apa yang terjadi?
Akankah Ratman Dijitak Bapaknya?
Penasaran, lihat saja filmnya?

Gajian

Film pendek ini merupakan karya dari CLCPurbalingga, sebuah klub film yang banyak memproduksi film-film pendek dengan tema sosialita.

Film ini menceritakan seorang Guru Honorer bernama Mas Parno, yang sedang bersuka cita akan mendapatkan Gaji pertamanya sebagi Guru Honorer sekolah SD di Bobotsari. Dalam kegembiraan hatinya Dia ingin memberikan hadiah buat Istri tercintanya bernama Jamilah dari uang Gajianya.

Namun malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, dalam perjalanan pulang seusai mendapat gajian, Dia mengalami kecelakaan menabrak seorang Pedagang jamu.
Sebagai Pria yang bertanggung jawab, dikisahkan pula ia menanggung segala ganti rugi untuk pedagang jamu tersebut mulai dari biaya Puskesmas sampai penggantian botol jamu yang pecah.

Akhirnya keinginan untuk membahagiakan istrinya-pun terpaksa ditunda, sebab duit gajiannnya sudah banyak dipakai untuk ganti rugi buat Pedagang Jamu tadi.

Oh iya, Karya dari CLCPurbalingga sudah banyak diliput di koran-koran lokal lho, dan mereka juga memiliki akun di Sosial Media (Facebook). Jika Kamu penggemar dunia perfilm’an, belajarlah bersama Mereka.

Gendis

Film buatan siswa SMK TI Bintra (Bina Citra Informatika) Purwokerto

Mengisahkan siswi bernama Gendhis yang di dalam cerita dikisahkan dari keluarga sederhana. Dia seringkali masuk sekolah terlambat, dikarenakan waktu pagi-nya digunakan untuk membantu Ibunya berjualan.

Namun semangatnya tidak menghalanginya demi cita-cita dimasa depannya.
Sampai pada saat pengumuman hasil nilai Ujian, dirinnya mendapat nilai tinggi 92. Pelajaran yang bisa diambil dari film ini adalah ”Jangan menyerah dengan keadaan, darimanapun kita berasal”

DEMI BEBEB

Film Pendek Ngapak buatan dari siswa SMA NEGERI 1 CILACAP, bercerita tentang romantika bocah cilacap yang sedang kasmaran dengan kekasihnya (Patra dan Kina), berbahasa ngapak khas cilacapan akan sedikit menghibur anda.

Adapun pelajaran dari kisah ini adalah gak perlu iri dengan orang lain, belum tentu dia lebih bahagia darimu,  bersyukurnya kamu jika punya sahabat dekat, dan bermaafanlah dengan yang memusuhimu.

Kisah selengkapnya langsung saja dilihat pada video di atas.

Itulah beberapa karya Film Pendek Banyumasan yang menurut kami merupakan film-film dengan isi cerita cukup mendidik dan memberikan pelajaran yang cukup berharga bagi pemirsa-nya.

Nah bagi kamu yang sudah memiliki perangkat buat recording (HP maupun Kamera Digital) kenapa tidak mencoba bikin film pendek?

Kami tunggu karya besarmu suatu hari nanti,
Yang sulit itu ”Ide Ceritanya”

Salam

6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *