Makam Unik Raga Semangsang

Bagi Anda yang baru pernah pertama kali ke kota  Purwokerto, jangan sampai melewatkan untuk mampir kepusat kota, yakni Alun-Alun Purwokerto..

Disini kalau siang dan malam hari pastilah selalu ramai (namanya juga pusat kota)

namun kalau sempet, lihatlah sebentar kearah Timur Laut, dari alun-alun tersebut,..

disana nanti anda akan melihat sebuah bangunan yang unik bin nyleneh di persimpangan pertigaan jalan..

kalau yang belum tahu mungkin mengira itu sebuah bak sampah (seperti admin dulu waktu masih kecil)..

makam-raga-semangsang
Makam Raga Semangsang

nah disitulah keberadaan Makam Raga Semangsang berada. ..makam lhoo bukan tugu..

Asal Muasal Makam Raga Semangsang

konon katanya sakitnya karena diguna-guna…..

uppss, bait lagu dangdut..

jadi begini saudara, ada beberapa versi mengenai asal mula keberadaan makam Raga Semangsang ini..

dikutip dari buku berjudul BANYUMAS WISATA DAN BUDAYA, karya: M. KODERI, cetakan 1991

Dikisahkan bahwa dahulu kala jaman antah berantah ntah tahun berapa ditempat tersebut hiduplah masyarakat dengan ketentraman dan keamanan yang makmur, pun didaerah itu pula  hiduplah seorang Kyai yang juga menjadi pemimpin dengan ilmu kesaktian yang mumpuni..

Pada suatu masa, daerah tersebut gempar, karena ada beberapa kasus rumah kemalingan namun malingnya sakti alias gak mudah untuk ditangkap warga biasa..

disinilah kesaktian ilmu sang Kyai yang kemudian hari dikenal dengan nama Kyai Pekih diuji..

Suatu malam beliau keliling daerah yang dipimpinya untuk mengetahui secara langsung keadaan sekitar, dengan harapan bertemu dengan sosok yang belakangan hari meresahkan warganya..

Gayung-pun bersambut, tak dinyana Disuatu jalan Dia bertemu langsung dengan sang maling tersebut..

terjadilah duel adu ilmu, karena mereka berdua sama-sama sakti pertarungan-pun cukup sengit..

namun karena sang kyai berada dijalan yang benar dan maling berada disisi yang salah akhirnya dengan kuasa Tuhan, si maling sakti tersebut bisa dikalahkan dengan jurus sakti melempar buah sang kyai..

jurusnya melempar si maling sampai tewas keatas pohon…

maka dari kejadian  itulah istilah Raga Semangsang dikenal yang artinya Raga=Tubuh, Semangsang= Nyangkut..

jalan yang dilalui namanya juga sama,sedangkan untuk Kyai Pekih diabadikan menjadi nama sebuah jalan disisi Barat Laut Alun-Alun

<<<<————->>>>>

Namun kalau menurut beberapa orang yang penasaran, kok malingnya dimuliakan banget ya.. sampai dibikin makam khusus,, nah dari pertanyaan inilah muncul kisah kedua…

dikisahkan jaman perang melawan penjajah dulu (tidak jelas apakah melawan Belanda, Inggris, Sekutu, atau Jepang)

Ada salah satu prajurit yang tewas dan nyangkut dipohon, menurut berita merpatinya, dia menggunakan parasut namun keburu ditembak saat belum mendarat, jadilah ia mati di udara dan karena gak bisa mengedalikan laju parasutnya, maka dari itu jatuhnya-pun mengikuti arah angin..

nah kebetulah dia jatuh diatas pohon dan nyangkut, oleh warga sekitar dia begitu dihormati karena kepahlawanan dalam melawan penjajah..

untuk menghargai jasa beliau, maka dikuburkan dan dibuatkan makam khusus untuk memperingatinya,,

<—->

Nah itulah asal muasal keberadaan makam unik nan nyentrik ditengah pertigaan jalan..

entah mana yang benar, tidak ada satupun yang benar-benar tahu..

karena mereka gak menyaksikan sendiri kejadiannya, dan mereka pastinya juga dapet informasinya dari CERITA..

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *