Museum Wayang Sendang Mas Banyumas

Kesenian Wayang Kulit

Setelah menunggu waktu yang tepat, akhirnya kami mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Museum Wayang Sendang Mas Banyumas dengan tujuan untuk mereview kemudian memperkenalkanya untuk Anda semua pembaca setia banyumasku.com.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang Museum Wayang Sendang Mas, mari kita perdalam dulu pengetahuan tentang kesenian wayang.

Wayang, siapa si yang tidak tahu wayang?

Merupakan warisan budaya turun temurun dari leluhur, bahkan kesenian wayang sudah diakui dunia sebagai karya agung bangsa Indonesia oleh UNESCO.

Dengan ini Indonesia sudah membukukan tiga budaya tak benda yang telah diakui oleh UNESCO yaitu Keris, Batik dan Wayang.

Wayang Berasal dari bahasa Jawa “Wewayangan Iba” yang bayang yang dimainkan oleh Dalang (asisten dalang : Ngeris).

Diiringi alat musik gamelan (pengguna gamelan : Panayan, pembuat gamelan : Gending).  Didukung penyanyi Sinden (Wanita) dan Wirasuwara (laki-laki).

Wayang dibuat dengan sangat banyak variasi dan ukuran, bentuk dan gaya. Namun secara umum ada dua kelompok wayang, yaitu wayang golek (dalam bentuk boneka kayu dan varian-varianya) dan wayang kulit yang berbentuk datar dengan bayangan yang diproyeksikanke depan layar.

Variasi wayang juga beraneka ragam, baik bahan maupun modelnya. Adapun beberapa jenis-jenis wayang seperti wayang gaya Banyumas, gaya Surakarta, gaya Yogyakarta, wayang jenis Suluh, wayang Golek, wayang Kancil, dan lain-lainya.

Pertunjukan wayang dilakukan oleh dalang dengan iringan musik yang bermelodi kompleks berupa instrumen gamelan.

Di masa lalu, dalang dianggap sebagai ahli sastra yang dididik secara turun-temurun, yang mentransmisikan nilai-nilai moral dan estetika melalui seni mereka.

Kata-kata dan aksi dari masing-masing karakter wayang seringkali mewakili masyarakat bawah sebagai media kritik masalah-masalah sosial dan politik.

Selama berabad-abad wayang telah berkembang di Jawa dan Bali serta selanjutnya menyebar ke pulau-pulau lain (Lombok, Madura, Sumatera dan Kalimantan).

Hingga saat ini pun, wayang masih merupakan seni pertunjukan yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Bahkan di setiap hari Ulang Tahun Kabupaten Banyumas, pagelaran wayang kulit selalu diadakan oleh pemerintah Banyumas.

Dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya wayang tersebut, pemerintahan Banyumas mendirikan sebuah museum wayang di Kabupaten Banyumas, yang bertempat di Kecamatan Banyumas. Tepatnya di pusat pemerintahan kota Banyumas.

Langsung saja, berikut review tentang “Museum Wayang Sendang Mas Banyumas”.

Museum Wayang Sendang Mas Banyumas

 

Museum Wayang Sendang Mas (Seni Pedalangan Banyumas)

Museum Wayang didirikan pada tahun 1983 atas gagasan Soeparjo Rustam bersama sesepuh atau tokoh-tokoh Banyumas seperti Soerono, Soesilo Sudarman dan lain-lain tokoh budayawan Banyumas.

Tujuan pendirian Museum Wayang ini adalah untuk melestarikan budaya Banyumas Khususnya dan budaya bangsa pada umumnya, terutama seni pewayangan.

Pelaksanaan peresmian Museum Wayang pada tanggal 31 Desember 1983, malam tahun baru 1 Januari 1983 oleh bupati Banyumas dan SENAWANGI (Badan Sekertariat  Pewayangan Indonesia).

Gedung Museum Wayang menempati bangunan kuno dari salah satu bangunan yang ada pada kompleks bekas Kabupaten Banyumas.

Gaya arsitekturnya berciri-ciri limasan dan berada pada luas tanah awal seluas 0,20 Ha dengan luas bangunan seluas 252 meter persegi.

Bangunan ini merupakan rehabilitasi Bangunan Paseban. Tempat persiapan tamu-tamu Bupati zaman dahulu guna menghadap dengan berbagai keperluan, seperti : laporan wilayah, pengiriman upeti, pengiriman pajak, laporan keamanan praja Banyumas, dan sebagainya.

Kemudian ini dia yang menarik dari Museum Wayang Sendang Mas, yaitu benda koleksi yang dimiliki museum. Berikut adalah beberapa Koleksi yang dimiliki oleh Museum Wayang Sendang Mas Banyumas :

  1. Satu perangkat Gamelan Laras Selendro, koleksi sejak tahun 1983
  1. Wayang
    • Wayang Kidang Kencana dibuat oleh Sultan Hadi Wijawa atau Jaka Tingkir pada tahun 1556 pada masa pemerintahan Kerajaan Pajang.
    • Wayang Beber dibuat oleh Prabu Bratana Hayam Wuruk pada tahun 1361 pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit.
    • Pandawa Bali dibuat oleh Raja Ugrasena ditemukan R. Goris di kabupaten singa Raja Bali pada tahun 1896 Masehi.
    • Wayang Kancil dibuat oleh Boleiem di Surakarta pada tahun 1925.
    • Wayang Krucil dibuat oleh Pangeran Pekik atau Adipati Surabaya pada tahun 1971 di Surabaya.
    • Wayang Krucil Golek Purwo dibuat oleh Yayasan kerajinan Rakyat pada tahun 1965 di Yogyakarta.
    • Wayang Krucil Golek Merak dibuat pada Zaman pemerintahan Mangkunegara pada Abad VII tahun 1916 s/d 1944.
    • Wayang Suluh dibuat oleh R.M Soetarto Hardijowahono pada tahun 1920 di Surakarta sebagai media penyuluhan Jawatan penerangan RI.
    • Wayang Suket dibuat oleh Ki Dalang Slamet Gundono pada Abad ke XV di Solo.
    • Wayang Adam Ma’rifat dari seorang Dwija Siswaya tentang ajaran Tasawuf.
  1. Benda Tosan Aji yang merupakan Sumbangan dari masyarakat di Tahun 2005
    • Keris
    • Tombak
  1. Benda Pra Sejarah berupa fosil yaitu sisa-sisa makhluk hidup yang telat membatu yang sudah tertimbun dalam tanah berjuta tahun.

    • Fosil tumbuhan yang di temukan di desa ketenger Kecamatan Baturaden Banyumas pada tahun 1993
    • Fosil Graham Gajah Purba di temukan di desa kutaliman Kec. Kedung Banteng pada tahun 1995
    • Kapak Batu hasil budaya manusia pra sejarang zaman megalitikum dan mesolitikum (1,5 juta tahun yang lalu) di lembah sungai Serayu Desa Papringan Kecamatan Banyumas pada tahun 2009. Yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
    • Dan masih ada lagi fosil-fosil lainya.
  1. Foto dan Lukisan
    • Foto dan lukisan Banyumas Tempo Dulu
    • Foto dan lukisan Bupati Banyumas dari Masa Kemasa
    • Foto dan lukisan tokoh-tokoh penting dalam pembangunan dan kemajuan Banyumas

Dan masih banyak lagi koleksi benda-benda bersejarah lainya di Museum Wayang Sendang Mas Banyumas.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk melihat-lihat koleksi yang dimiliki oleh Museum Wayang Sendang Mas? Apakah Anda penasaran dan ingin melihat secara langsung wayang buatan raja-raja pada masanya?

Dan, koleksi benda museum yang membuat merinding diantaranya adalah Foto Banyumas Tempo Dulu yang benar-benar asli dan membawa kita terasa kembali ke zaman tersebut.

Waw… seperti apa saja fotonya? Langsung saja datang dan kunjungi Museum Wayang Sendang Mas Banyumas.

Apabila Anda ingin berkunjung ke museum wayang Sendang Mas, Anda hanya cukup membayar  tiket masuk sebesar Rp. 1.000,- saja.

Dan berikut adalah daftar jam buka museum :

*Senin s/d Kamis 08.00 – 15.30   *Jumat 08.00 – 11.30   *Sabtu s/d Minggu 08.00 – 12.30   *Libur di hari besar.

Berikut beberapa dokumentasi Museum Wayang Sendang Mas Banyumas :

Museum Wayang Sendang Mas Banyumas

koleksi wayang banyumas

koleksi museum sendangmas

koleksi foto museum wayang banyumas

Selain berekreasi, berkunjung ke museum juga akan menambah pengetahuan dan pemahaman. Seperti pemahaman mengenai jenis wayang misalnya, anak akan lebih mudah memahami ketika melihat secara langsung, lain dengan hanya melihat melalui foto atau gambar, apalagi hanya dengan membaca saja.

Di zaman dulu, anak-anak dididik (edukasi) salah satunya dengan menggunakan kesenian wayang, belajar dari peristiwa dan tokoh pewayangan. Sehingga orang-orang dahulu lebih senang menyaksikan dan menikmati kesenian wayang.

Lain dizaman sekarang ini, banyak media elektronik seperti tv, komputer, bahkan media terbaru yaitu gadget yang membuat berkurangnya minat anak-anak dan generasi muda saat ini dengan kesenian wayang.

Apakah nantinya wayang hanya akan menjadi cerita atau sekedar legenda saja? Yang akan tertulis di buku pelajaran sejarah saja?

Jawaban ada pada diri kita, ayo kita jaga dan lestarikan kebudayaan kita, jangan biarkan kesenian wayang hanya akan menjadi cerita dan dongeng belaka.

Kenalkan kesenian wayang pada anak dan cucu kita. Ajak anak dan cucu kita menyaksikan kesenian wayang. Agar mereka tahu, bahwa kita punya wayang salah satu kebudayaan yang agung dari Indonesia.

Dan, Banyumasku.com tidak akan membiarkan begitu saja kekayaan yang ada di Banyumas hanya tinggal kenangan. Kami akan berusaha untuk terus mengekspos kekayaan budaya yang ada di Banyumas tercinta ini.

Salam,
Banyumasku.com

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *