Virus Batu Akik Semakin Memasyarakat di Banyumas

Beberapa bulan ini sedang terjadi trend dikalangan masyarakat Banyumas dan Sekitarnya, mulai dari remaja sampai orang tua kini memiliki hobi baru yang bisa dikatakan adalah hobi lama yang sedang bersinar lagi yaitu “Koleksi Batu Akik”. Dibeberapa tempat mulai dari emperan jalan raya, warung-warung kopi sampai ruang tamu banyak pula ditemui sedang membahas, bertransaksi ataupun sekedar memamerkan koleksi cincin yang menempel dijari masing-masing. Bukan Cuma didunia nyata saja, di dunia maya banyak situs-situs jual beli mengalami kenaikan signifikan pada Kategori “Hobi” yang menjual bermacam-macam koleksi kerajinan Batu Akik ini, mulai dari Cincin, Liontin, Gelang maupun berbagai jenis kerajinan lainnya yang terbuat dari batu akik ini.

Di Sosial Media Facebook, banyak juga Grup-Grup Jual Beli yang diisi dengan postingan menjual Koleksi Batu ini, umumnya yang dijual adalah jenis Cincin, dan kebanyakan penjualnya adalah Remaja anak kemarin yang baru mengerti tentang Batu Akik, pun begitu mereka mengikuti trend ini karena ingin selalu terlihat Up To Date, atau ikut-ikutan Trending. Saya pribadi mengatakan tak ada yang salah dengan mereka, hanya pesan saya kepada Anda yang juga masih belum paham betul tentang Batu-batuan ini hendaknya bertransaksi pada mereka yang minimal telah lama berpengalaman di bidang Akik, Bisa jadi Galau kan kalau Anda membeli Batu Akik harga mahal, ternyata setelah dicek adalah Batu Sintetis.

Cincin Batu Akik
Cincin Batu Akik koleksi Admin (LF)

Di Karesidenan Banyumas sendiri, Batu Akik yang berasal dari Kali Klawing Kabupaten Purbalingga adalah satu jenis Favorit, dimana banyaknya ragam jenis dan warna yang ditemui disini, juga Batu Badar Besi yang berasal dari kabupaten Kebumen .

Jenis Batu Akik
Kata Akik yang umum diucapkan masyarakat menurut sejarahnya berasal dari kata “Agate” dalam bahasa Inggris, ini terjadi karena lidah orang Indonesia pada awalnya kesulitan mengucapkan bahasa para Koloni pada waktu itu, seperti kalimat “Cabbage” dimana dalam pengucapannya dimudahkan menjadi Kobis (Sayuran). Batu Akik meiliki banyak jenis dan ciri-ciri masing-masing, mulai dari yang berskala Mohs rendah sampai kekerasan Mohs tinggi, mulai dari yang berwarna Gelap sampai dengan yang berwarna Terang, Dari yang berharga 50 ribuan sampai dengan Harga Fantastis yakni Milyaran.
Batu Akik yang sering ditemui umumnya adalah jenis :

1.Batu Merah Delima (Ruby)
Merah delima salah satu jenis batu akik paling dicari orang, dikarenakan warna merah cerahnya dan juga harga jual yang tinggi membuat batu jenis ini mnjadi incaran dimanapun. Masih ingatkah Anda dengan sejarah Bung Karno memakai Cincin Batu dari Merah Delima ini, konon itu bukan sembarang Cincin (Katanya)

2. Batu kecubung
Kecubung diambil dari nama Pepohonan yang memabukkan. Jenis batu ini banyak disenangi kaum Laki-Laki dikarenakan warnanya yang cerah dan katanya juga mampu membangkitkan aura untuk menarik lawan jenis sampai tergila-gila seperti manusia sedang mabuk mengkonsumsi Bubuk Kecubung (Katanya)

3. Batu giok
Batu yang berasal dari Negara Panda Bambu yang umum berwarna dasar Hijau, banyak dipakai sebagai media pengobatan alternative atau TCM (Tradisional Chinesse Method)

4. Batu Akik Nagasui
Batu akik jenis Nagasui merupakan Akik khas kabupaten Purbalingga, dimana ini adalah jenis paling sering ditemui di hampir keseluruhan pedagang Batu akik area Karesidenan Banyumas. Batu Nagasui bercorak hijau dengan motif percikan darah.

Akik Nagasui

5. Batu intan
Batu Intan menurut teorinya adalah jenis material terkeras didunia, ukuran yang didapat para penambang seringnya berukuran kecil, namun walaupun kecil, jenis batu ini memiliki harga yang cukup mahal, bahkan jika Anda sekiranya dapat menemukan Intan dengan ukuran segenggam tangan, niscaya hidup Anda tidak akan tenang sebelum batu itu berpindah tangan (Dijual). Masih ingatkah Anda dengan Film yang dibintangi Leonardo DiCaprio berjudul “Blood Diamond” sebuah film yang menceritakan perang saudara hanya disebabkan sebuah Batu Intan

6. Onyx hitam
Para penyuka warna gelap bias memilih jenis batu ini sebagai hiasan pada jarinya. Dengan warna suci seperti Hajar Aswad menjadikannya batu yang berkategori Mulia bagi pemakainya.

7. Zamrud
Batu zamrud banyak digunakan orang sebagai media mendatangkan kesejukan hati saat sedang berada di dalam kesulitan dan dipercayai dapat menyejukkan ketenangan hidup.

Dan masih banyak jenis batuan akik-akik lainnya diluran sana, Dan yang perlu diingat tetaplah berpegang pada prinsip bahwa batuan tersebuat HANYA-Lah sebagai Hiasan semata, sebagai perantara keindahan saja, bukan dianggap sebagai Benda mistik yang bisa menggoyahkan Keimanan pribadi masing-masing.

Lalu setelah mengetahui jenisnya kini adalah Bagaimana Cara Membedakan Batu Akik Asli dan Batu Akik Sintetis? ?
Kita selalu berpegangan pada prinsip penjualan Produk bahwa apaun itu produknya jika suatu barang tersebuat laris dipasaran, dipastikan akan banyak pula yang memproduksi versi KW atau versi Imitasi atau bisa juga disebut Sintetis. Saya pribadi lebih suka menyebutnya Sintetis dari pada Palsu.

Cara Membedakan Batu Akik Sintetis dan Batu Akik Alami:
Berdasarkan pengetahuan dari Penyuka/PengHobi maupun Penjual Cincin Batu Akik yang pernah saya Tanya Bagaimana Cara membedakan batuan sintetis dengan batuan Alami, mengingat banyak pula yang terkelabuhi dengannya disebabkan masih minimnya pengetahuan mereka tentang Bebatuan, berikut ini Katanya :
1. Jika Batu ditempelkan pada pipi, lalu terasa dingin insya Allah batu akik itu asli. Namun Apabila cepat hangat bagaimana?? setiap material benda yang dipegang pasti akan menjadi hangat dikarenakan pengaruh Suhu Badan Kita, untuk jenis batu akik, jika dipegang akan lama untuk menjadi hangat bahkan selalu terasa dingin dan cepat dingin saat ditempelkan di pipi bagian tubuh paling sensitive terhadap suhu.
2. Saat disulut dengan Bara putung rokok atau dibakar menggunakan korek api, Batu Akik Alami tidak akan ada berubah pada warna gosong atau menjadi meleleh, sekian lama dibakar umumnya pasti menghasilkan cairan seperti minyak berwarna cokelat, jika ASLI saat diusap cairan tersebut dapat hilang dan tak berbekas dibatu, Kalau sintetis meski diolesi air juga minyak untuk menghilangkan, bekasnya tidak dapat hilang dan menyebabkan bekas yang aneh.
3. Terawangi dengan Laser/Senter Led Putih, jika terdapat gelembung-gelembung, patut diragukan keasliannya.
5. Jangan pernah Ragu untuk bertanya kepada ahlinya atau laboratorium untuk menguji kandungan batu.

Demikian tadi sedikit ulasan mengenai Batu Akik, semoga dapat menjadi wacana baru bagi Anda yang kini mungkin sedang terkena Virus Demam Bebatuan ini, bedanya bukannya Anda kedokter untuk mengobati “Penyakit” Langka ini, Anda malah menikmatinya,
hahaha.

salam dari Saudaramu Wong Banyumas.

(LF)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *